0
Samsung kembali mengalami masalah yang membawa perusahaan tersebut kembali berurusan dengan pengadilan setempat. Kalau beberapa waktu lalu masalahnya dengan hak paten Apple menyeret perusahaan yang berbasis di Korea Selatan ini berurusan dengan pengadilan. Kini giliran mantan karyawannya yang membawa perusahaan tersebut ke pengadilan.

Dikutip dari sebuah laman di detikInet disebutkan bahwa, seorang mantan karyawan dari perusahaan Samsung yang bernama Chung  menggugat Samsung. Chung menuding Samsung sengaja 'mengirit' pembayaran bonus, setelah dia mengembangkan teknologi untuk bisnis TV perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Samsung Wajib Bayar USD 5,5 Juta Kepada Mantan Karyawannya
Atas Gugatan Chung tersebut, Samsung diwajibkan untuk membayar sekitar USD 5,5 juta kepada Chung. Kewajiban memabayar tersebut adalah dikarenakan pihak pengadilan yang menerima gugatan Chung memenangkan mantan karyawan Samsung ini. Chung disebutkan juga sebagai orang yang mengembangkan 'kunci' teknologi bagi bisnis TV Samsung yang kini berkembang pesat tersebut.

Dari sumber yang sama dituliskan bahwa Chung bekerja untuk Samsung selama 4 tahun, yaitu sekitar tahun 1991 sampai dengan 1995. Selama 4 tahun masa kerjanya Chung berhasil menciptakan 20 buah teknologi dari hasil pemikirannya. Ke-20 hasil karyanya tersebut saat ini sudah dipatenkan oleh pihak Samsung sendiri.

Pihak pengadilan yang memenangkan Chung telah mencatat, setidaknya dari apa yang sudah diciptakan oleh Chung untuk Samsung telah membantu pihak Samsung meraup untung yang sangat besar. Setidaknya Samsung telah meraup keuntungan sekitar 60 Milyar Won dari teknologi yang dikembangkan dari segi bisnis TV tersebut.

Dari data di atas tersebut, pihak pengadilan pun mengatakan, "Sangat wajar membayar si pencipta teknologi senilai 10 persen dari keuntungan yang didapat, berdasarkan peran Chung," dikutip dari sebuah laman di detikInet.

Mengetahui gugatan Chung dimenangkan oleh pengadilan. Sampai sekarang pihak Samsung belum memberikan konfirmasi terkait keputusan pengadilan yang mewajibkan perusahaan asal Korea Selatan tersebut membayar USD 5,5 juta tersebut. Apakah Samsung akan melakukan banding? 

Kalau dari segi uang, mungkin akan rugi jika melakukan banding mengingat keuntungan yang di dapatkan oleh pihak Samsung sendiri yang sangat melimpah. Namun, kalau Samsung berfikir dengan gengsi maka banding akan dilakukan. Bagaimana dengan prediksi anda?
Menulis adalah salah satu hobi yang membuat saya tetap bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Post a Comment

 
Top