Menjelang akhir tahun biasanya dunia dihadapkan pada dua
perayaan besar. Perayaan tersebut antara lain untuk tangal 25 Desember terdapat
hari besar umat kristiani yang disebut dengan natal. Kemudian disambung 5 hari berselang
dengan sebutan tahun baru. Tahun baru dan natal bagi umat Kristiani dan bangsa
Eropa biasanya identik dengan sebuah kado atau hadiah kepada saudara, anak dan
juga teman.
Momentum perayaan hari besar agam Kristen ini sepertinya
dimanfaatkan oleh para penjahat dunia cyber khususnya para scammer untuk
melakukan aksinya. Tidak tanggung-tanggung para scammer biasanya mencatut
beberapa situs penjualan online yang besar. Sehingga tak nampak bentuk penipuan
yang mereka lakukan terhadap para korbannya.
![]() |
Dengan mencatut nama-nama situs penjualan online yang besar
tersebut membuat para korban meyakini bahwa itu bukan tipuan. Hal ini tentu
saja membuat anda yang ingin membelikan hadiah kepada anak-anak diharuskan
lebih berhati-hati terhadap penawaran-penawaran yang menggiurkan yang ada di
kotak masuk email anda. Karena bukan tidak mungkin bahwa hal itu hanya scam
belaka.
Margy Osmod,yang merupakan Chief Executive Australian
National Retailer Associaton dalam situs detikInet mengatakan bahwa, aktivitas
scam semakin meningkat, seiring kecenderungan orang-orang dalam berbelanja di
internet atau via online. Terutama dalam momentum perayaan natal dan tahun baru
ini.
Dalam situs The Age disebutkan bahwa, scam biasanya
berbentuk dalam undangan untuk melakukan survei yang dikirim melalui email atau
dari jejaring sosial yang menawarkan voucer belanja. Oleh sebab itu waspadalah
dalam segala bentuk penawaran yang menggiurkan tersebut. Secara kasat mata
memang sangat mudah untuk tidak terjebak dalam scam. Asal anda tidak menjadi
mudah terpedaya, terpengaruh serta tergiur terhadap semua yang diluar logika
manusia.
Tentunya kita harus berfikir realistis, dimana tidak mungkin
kita bisa memanen sesuatu tanpa adanya benih yang kita tanam. Demikian pula
halnya dengan scam. Darimana kita bisa dapat undian kalau kita tidak pernah
ikut dalam sebuah perundian yang diadakan.
So, mudah-mudahan dengan adanya artikel ini, bisa membuat
pembaca artikel di situs ini menjadi sadar dan mengetahui betapa pentingnya
untuk menghindari scammer.



Post a Comment