Twitter merupakan sebuah aplikasi internet berbasis jejaring
sosial yang memungkinkan seseorang bisa saling berkomunikasi dengan bahasa yang
disebut dengan tweet. Jejaring sosial dengan simbol burug biru itu merupakan
jejaring sosial kedua terbesar di dunia setelah facebook.
Berita terbaru yang datang dari Twitter ini adalah sebuah
kebijakan yang mereka lakukan untuk negara yang baru saja dalam keadaan
pemulihan pasca konflik. Kebijakan tersebut adalah kebijakan untuk mengaktifkan
kembali fitur Voice Tweet yang dikhususkan untuk pengguna twitter di negara
Suriah.
dikutip dari detikINET, Minggu
(2/12/2012), voice-tweet memungkinkan pengguna dengan koneksi telepon membuat
dan mengirimkan tweet dengan berbicara via telepon. Dengan fitur ini tidak ada
lagi masalah ketika pengguna twitter yang ingin tetap berhubungan dengan
temannya di jejaring sosial tersebut meskipun internet di negara tersebut
sedang mati.
![]() |
Sebenarnya layanan sejenis bukan layanan pertama yang pernah
dilakukan oleh pihak Twitter. Sebelumnya layanan serupa juga pernah dilakukan
di negara Mesir. Dimana pada saat itu jaringan internet di Negara tersebut terpaksa dimatikan oleh pemerintah untuk
menghindari penyebaran informasi yang bisa menyulut kerusuhan.
Saat ini, layanan tersebut kembali diaktifkan untuk warga
Suriah. Pihaknya mengatakan bahwa banyak pengguna twitter di negara Suriah
tidak bisa mengakses twitter dengan baik saat ini. Hal itu disebabkan oleh
belum pulihnya fasilitas koneksi internet yang ada di negara yang baru saja
pulih dari peperangan tersebut. Sebut saja koneksi internet di negara itu belum berfungsi dengan baik.
Untuk itu disediakan layanan bagi yang punya koneksi voice
masih bisa menggunakan Speak2Tweet hanya dengan meninggalkan voicemail. Tak
perlu koneksi internet. Mereka bisa menghubungi nomor yang disediakan dan
layanan tersebut akan men-tweet pesan.
Cukup mudah, namun yang perlu ditanyakan adalah berapakah
dana yang diperlukan untuk melakukan panggilan dan menyimpan pesan untuk
melakukan tweet tersebut? Apakah gratis? Kalau gratis lebih baik digunakan
diseluruh negara aja. :D
Dikutip dari sebuah laman di detikInet, Pekan ini, para
aktivis Suriah menuding rezim pemerintah tengah menyiapkan semacam
'pembantaian' internet dengan secara sengaja mematikan sambungan telepon dan
internet pada Kamis silam. Namun pihak berwenang mengatakan, insiden itu
terjadi karena tengah dilakukan pemeliharaan terhadap akses informasi di negara
tersebut.



Post a Comment