0
Bundling merupakan sebuah promo yang mungkin sangat menarik untuk para pelanggan. Dengan adanya bundling pihak konsumen sangat diuntungkan apalagi di Indonesia harga gadget yang di bundling tentunya lebih murah dari biasanya. Kemudian ditambah promo paket data yang diberikan sehingga sangat menarik.

Setidaknya hal itu yang dilakukan beberapa perusahaan terkait masalah bundling. Para konsumen tentunya sangat antusias. Betapa tidak dengan harga yang murah ditambah dengan layanan paket data gratis yang bisa digunakan untuk internetan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin punya gadget dengan budget terbatas atau bahkan untuk menghemat pengeluaran saja.

Perbedaan Promo Bundling Indonesia Dengan Luar Negeri
Kalau dengan harga yang ditawarkan murah tersebut anda sangat senang. Bagaimana dengan penawaran yang ada diluar negeri. Pastinya akan membuat anda terkejut. Karena di luar negeri biasanya promo bundling disertai dengan pembagian atau penjualan gadget secara gratis. So, siapa saja bisa punya gadget mewah dengan harga 0 sent.

Namun, bundling gratis harus secara kontinue berlangganan paket data yang jumlahnya juga ditentukan oleh pihak provider seluler yang menyediakan promo bundling.  Namun, berlangganan paket data yang disebutkan tidak selamanya namun hanya dalam beberapa bulan sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan oleh pihak provider.

Lalu, kenapa di Indonesia tidak pernah ada promo seperti ini? Mengutip dari sebuah laman di situs Viva, Iwan Darmawan selaku Head of Broadband Bundling Departement PT. Telkomsel mengatakan bahwa di Indonesia hal seperti itu belum bisa dilakukan. Karena pelanggan di Indonesia masih menggunakan sistem pre-paid. 

Dikutip dari laman yang sama, sistem yang dilakukan di luar negeri tersebut sangat menguntungkan. Namun karena kecenderungan pelanggan yang menggunakan sistem pre-paid membuat hal tersebut tak pernah dilaksanakan. 

Lalu kenapa di luar negeri bisa dilakukan bundling yang super wah tersebut? Tentunya disebabkan oleh kecenderungan pelanggan yang kebalikan dari pelanggan di Indonesia yang menggunakan metode post paid (pasca bayar).

Selain masalah sitem pembayaran yang dilakukan pelanggan, dikutip masih dari laman yang sama Iwan menambahkan, izin yang diberikan kepada operator telekomunikasi sebatas  memberikan layanan telekomunikasi kepada pelanggan. "Lisensi yang diberikan untuk kita bukan untuk membeli perangkat," katanya.
Menulis adalah salah satu hobi yang membuat saya tetap bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Post a Comment

 
Top