Bundling merupakan sebuah promo yang mungkin sangat menarik
untuk para pelanggan. Dengan adanya bundling pihak konsumen sangat diuntungkan
apalagi di Indonesia harga gadget yang di bundling tentunya lebih murah dari
biasanya. Kemudian ditambah promo paket data yang diberikan sehingga sangat
menarik.
Setidaknya hal itu yang dilakukan beberapa perusahaan
terkait masalah bundling. Para konsumen tentunya sangat antusias. Betapa tidak
dengan harga yang murah ditambah dengan layanan paket data gratis yang bisa
digunakan untuk internetan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin punya
gadget dengan budget terbatas atau bahkan untuk menghemat pengeluaran saja.
![]() |
Kalau dengan harga yang ditawarkan murah tersebut anda
sangat senang. Bagaimana dengan penawaran yang ada diluar negeri. Pastinya akan
membuat anda terkejut. Karena di luar negeri biasanya promo bundling disertai
dengan pembagian atau penjualan gadget secara gratis. So, siapa saja bisa punya
gadget mewah dengan harga 0 sent.
Namun, bundling gratis harus secara kontinue berlangganan
paket data yang jumlahnya juga ditentukan oleh pihak provider seluler yang
menyediakan promo bundling. Namun,
berlangganan paket data yang disebutkan tidak selamanya namun hanya dalam
beberapa bulan sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan oleh pihak provider.
Lalu, kenapa di Indonesia tidak pernah ada promo seperti
ini? Mengutip dari sebuah laman di situs Viva, Iwan Darmawan selaku Head of
Broadband Bundling Departement PT. Telkomsel mengatakan bahwa di Indonesia hal
seperti itu belum bisa dilakukan. Karena pelanggan di Indonesia masih
menggunakan sistem pre-paid.
Dikutip dari laman yang sama, sistem yang dilakukan di luar
negeri tersebut sangat menguntungkan. Namun karena kecenderungan pelanggan yang
menggunakan sistem pre-paid membuat hal tersebut tak pernah dilaksanakan.
Lalu kenapa di luar negeri bisa dilakukan bundling yang
super wah tersebut? Tentunya disebabkan oleh kecenderungan pelanggan yang
kebalikan dari pelanggan di Indonesia yang menggunakan metode post paid (pasca
bayar).
Selain masalah sitem pembayaran yang dilakukan pelanggan,
dikutip masih dari laman yang sama Iwan menambahkan, izin yang diberikan kepada
operator telekomunikasi sebatas memberikan layanan telekomunikasi kepada
pelanggan. "Lisensi yang diberikan untuk kita bukan untuk membeli
perangkat," katanya.



Post a Comment